JAKARTA – Kanal YouTube Indonesia Baru merilis cuplikan (trailer) film dokumenter terbaru berjudul “Pesta Babi” pada Jumat (13/3/2026). Film dokumenter ini membidik secara tajam realitas di balik pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di tanah Papua, yang memicu konflik agraria antara agenda ketahanan pangan pemerintah dan ruang hidup masyarakat adat.
Dalam tayangan berdurasi tiga menit tersebut, dokumenter ini membenturkan dua narasi yang saling berseberangan. Di satu sisi, terdapat rekaman pernyataan pejabat pemerintah yang menekankan urgensi percepatan swasembada pangan nasional. Agenda besar ini diikuti dengan rencana ekspansi perkebunan kelapa sawit secara masif di Papua guna mendukung produksi bahan bakar nabati (BBN), serta penerapan kebijakan mandatori bioetanol 10% yang telah mengantongi persetujuan Presiden.
Namun, di sisi lain, ambisi makro tersebut harus berhadapan dengan realitas pahit yang dialami masyarakat akar rumput. Trailer “Pesta Babi” merekam kebingungan sekaligus kemarahan warga adat, salah satunya dari Marga Kuipalo, atas masuknya infrastruktur proyek secara tiba-tiba ke wilayah mereka tanpa sosialisasi memadai.
“Kami masyarakat setempat, kami tidak tahu. Kami kaget pagi-pagi kapal sudah ada di pelabuhan kami. Ini hak kami di sini, dusun kami Marga Kuipalo,” keluh salah satu warga dalam cuplikan tersebut.
Ketegangan di lapangan juga tergambar dari kesaksian warga yang menyoroti kehadiran aparat bersenjata di wilayah mereka. Ekspansi kawasan proyek ini memicu kekhawatiran eksistensial bagi masyarakat adat yang menggantungkan hidupnya pada alam. Hilangnya ruang hidup menjadi ketakutan utama yang disuarakan oleh penduduk lokal. “Jika tanah adat dan hutan adat hilang, kami mau hidup di mana?” tegas seorang warga.
Perlawanan masyarakat adat Papua terhadap Proyek Strategis Nasional ini tidak berjalan sendirian. Dokumenter ini diakhiri dengan pernyataan sikap dari kelompok agama, di mana gereja-gereja di Indonesia secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada masyarakat adat dalam upaya menolak PSN yang dinilai berpotensi merampas tanah-tanah ulayat mereka.
Trailer “Pesta Babi” berhasil memantik diskursus publik yang kritis mengenai efektivitas dan pendekatan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan yang diklaim untuk kesejahteraan, namun pada praktiknya kerap menyingkirkan hak-hak dasar masyarakat adat.






